AJARAN ALLAH MENURUT SUNNAH RASUL

"AJARAN ALLAH MENURUT SUNNAH RASUL"

عَلَّمَ الْقُرْآنَ <-----
`allama lqur aana
Dia(Allah) telah mengajarkan "`ilmu / ajaran" berupa al Quran.(55;2)

Kalau dimunculkan sedikit kandungan maknanya, menjadi

هُوَ)عَلَّمَ(عِلْمًا) الْقُرْآن ) - (Huwa) `allama (`ilman) alqur aana

Pemecahan Kaedah / hukum pada kata kerja yang digaris bawahi di atas sebagai berikut:

عَلَّمَ -`allama dibentuk dari tiga huruf pokok tambahan satu atas pola / wazan فَعَّلَ - يُفَعِّلُ - تَفْعِيْلًا -fa``ala - yufa``ilu - taf `iilan.
Setiap kata kerja dalam alquran yang dibentuk atas pola/wazan tersebut, selalu membawa mashdar dari pola / wazan tiga huruf pokoknya yang tidak tersebut(sudah maklum) dalam kalimatnya. Selain itu juga setiap kata kerja selalu membawa subject yang menentukan keterangan kerjanya yang tidak tersebut(maklum)juga.
Dalam hal kata kerja tiga huruf pokok tambahan satu عَلَّمَ -`allama tersebut, pemecahan tiga huruf pokoknya atas pola / wazannya adalah sebagai berikut:

عَلِمَ - يَعْلَمُ - عِلْمًا - `alima - ya` lamu - `ilman = mengetahui / meng `ilmui.

Dan arti kata "mashdar" nya (عِلْمًا -`ilman)adalah = `Ilmu / pengetahuan / ajaran.

"mashdar" atas pola / wazan dari tiga huruf pokok itulah yang tidak tersebut(sudah maklum) dalam tiga huruf pokok tambahan satu atas pola / wazan فَعَّلَ - يُفَعِّلُ - تَفْعِيْلًا -fa``ala - yufa``ilu - taf `iilan.

Contoh sederhana dalam bahasa indonesia:
- Dia memberikan "pemberian" berupa "buku"<----- yang bertanda garis bawah tersebut adalah mashdar, dan "buku" adalah pengganti "pemberian" dalam kalimat tersebut.

Contoh kata lain yang menggunakan tiga huruf pokok tambahan satu atas pola/wazan فَعَّلَ - يُفَعِّلُ - تَفْعِيْلًا -fa``ala - yufa``ilu - taf `iilan dalam alquran:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Inna llaaha wamalaa ikatahuu yushalluuna `alaa lnnabiyyi yaa ayyuha lladziina aamanuu shalluu `alaihi wasallimuu tasliiman
Sesungguhnya Allah serta malaikat-malaikat-Nya menyampaikan harapan atas harapan nabi .Wahai orang-orang yang beriman, sampaikanlah harapan kalian atas harapan Nabi yaitu hiduplah kalian dengan islam dengan sebenar benarnya.(33;56)

kata kerja kata kerja yang digaris bawahi pada (33;56) diatas, dibentuk juga dari tiga huruf pokok tambahan satu atas pola / wazan
فَعَّلَ - يُفَعِّلُ - تَفْعِيْلًا -fa``ala - yufa``ilu - taf `iilan

yaitu
* صَلّٰى - يُصَلِّيْ - تَصْلِيَةً -shallaa - yushallii - tashliyatan = menyampaikan doa`/harapan .

Dimana pemecahan kata kerja tiga huruf pokoknya atas pola/wazannya adalah sebagai berikut:

صَلَا - يَصْلُوْا - صَلٰوةً -shalaa - yashluu - shalaatan = berdo`a / berharap.

arti kata "mashdar" nya ( صَلٰوةً - shalaatan)= do `a / shalat = "harapan"

Ingat akan hadits:
اَلصَّلوٰةُ دُعَاءٌ - ashshalaatu du `aa un = shalat itu adalah do `a / harapan(al hadits)


Jadi berbeda maknanya antara ber"shalat" dengan ber"shalawat".

ber"shalat" = ber"do`a" / ber"harap". <-----tidak memiliki object

ber"shalawat" = menyampaikan "shalat" / menyampaikan "harapan"<----memiliki object.



* سَلَّمَ - يُسَلِّمُ - تَسْلِيْمًا -sallama - yusallimu - tasliiman = membangun / membina keselamatan

Dimana pemecahan kata kerja dari tiga huruf pokoknya atas pola/wazannya adalah sebagai berikut:

سَلِمَ - يَسْلَمُ - سَلَامَةً - salima - yaslamu - salaamatan = selamat

Dan arti kata "mashdar"nya (سَلَامَةً - salaamatan)adalah = "keselamatan"

"keselamatan" yang dimaksud disana adalah "dinul islam"

karena arti tersebut juga dapat dilihat dari:

اَسْلَمَ - يُسْلِمُ - اِسْلَامًا - aslama - yuslimu - islaaman = menyelamatkan

arti kata "mashdar" nya(اِسْلَامًا - islaaman)= keselamatan = "islam"

Ingat hadits!

اَلْمُسْلِمُ سَلِمَ الْمُسلِمُوْنَ مِنْ لِّسَانِهِ وَ يَدِهِ
Al muslimu salima lmuslimuuna min lisaanihi wa yadihii.
Seorang muslim itu adalah yang muslim muslim lainnya selamat dari ucapan dan kekuasaannya.(al hadits)

سَلِمَ - يَسْلَمُ - سَلَامًا وَ سَلَامَةً - salima - yaslamu - salaaman wa salaamatan = selamat.

اَسْلَمَ - يُسْلِمُ - اِسْلَامًا - aslama - yuslimu - islaaman = menyelamatkan.

Perhatikan kaedahnya :

اَلْمُسْلِمُ -al muslimu--->>Isim fa `il dalam bentuk ma`rifat sebagai mubtada`(pokok kalimat) berjumlah 1 maskullin. artinya = seorang pelaku Yang menyelamatkan itu.

الْمُسلِمُوْنَ - al muslimuuna ---> isim fa`il dalam bentuk ma`rifat berjumlah jamak maskullin. artinya = Para pelaku yang menyelamatkan itu.
Terlihat disana bahwa islam isinya adalah orang orang / para pelaku yang saling selamat menyelamatkan.

Jadi, dengan mengacu pada kaedah tersebut diatas, penterjemahan surat(55;2) menjadi

عَلَّمَ الْقُرْآنَ
Dia(Allah) telah mengajarkan "ilmu/ajaran" berupa al Quran.(55;2)

Sekaligus menunjukkan makna bahwa Alqur an adalah "`Ilmu / Ajaran" dan identik dengan Lafadzh jalalah.

Artinya semua yang berkaitan erat dengan fungsi "Lafazdh jalalah(Allah)", haruslah digandeng dengan `Ilmu/ajaranNya yaitu "alqur an". maksudnya untuk mencuatkan kandungan makna kepermukaan akan kaitan fungsi:

أَحْسَنَ تَفْسِيرًا(alquran) sebaik baik tafsir(25;33),

آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ ayat ayat yang saling jelas menjelaskan(24;1),

بَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ rangkaian keterangan menurut satu pedoman dan pembeda pandangan (antara yang haq dan yang bathil)(2;185)

serta ayat ayat lainnya yang berguna / saling memfungsikan dan melengkapi / tidak sia sia atau mencuatkan kesadaran akan `Ilmu Allah dengan mengacu pada ayat tersebut (55;2).

Menurut sunnah rasul

Menurut <----->قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي
Qul in kuntum tuhibbuuna llaaha fa ttabi `uunii.
Tegaskanlah: "Jika kalian (benar-benar) mencintai hidup dengan ajaran Allah menurut pola rasulNya, Maka ikutilah sunnahku,(3;31)

Sunnah rasul<------> سُنَّةُ الرَّسُوْلِ -sunnatu rrasuuli = peri kehidupan/pola kehidupan rasul<---> لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
Laqad kaana lakum fii rasuuli llaahi uswatun hasanatun.
Sesungguhnya dalam kehidupan menurut sunnah Rasulullah itu, ada suri teladan yang indah guna kehidupan kalian.(33;21)

Maka setiap yang berkaitan dengan fungsi رَسُولِ -rasuulun, haruslah di gandeng dengan أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ -uswatun hasanatun atau sunnah rasul.

Jadi bicara "rasul" berarti bicara sunnahnya dan bukan bicara fisik / biologis muhammad pribadi. tapi fungsi muhammad sebagai rasulNya atau "sunnahnya".

Banyak umat Islam marah Ketika Muhammad dibuat buat karikaturnya. Tapi tidak pernah marah ketika sunnahnya telah diporak porandakan.

Begitupun banyak umat islam yang marah ketika mushaf alquran dibakar. tapi tidak pernah marah ketika ajaran ALLAH dalam Mushaf tersebut telah di cabik cabik kandungan isinya.



Penting:
*Semua perombakan terjemah bukanlah sembarang ataupun asal asalan, tapi selalu ada acuan dari tata bahasa alquran dan teori maknanya dari ayat ayat lainnya.

*Kesempurnaan isi alquran hanya dapat dilihat dari susunan tata bahasa maupun maknanya, berupa susunan teratur dalam keseluruhan bulat sesuai batasan batasannya(hukum), dari potongan / bagian bagian ayat ayat nya baik bahasa maupun maknanya yang saling melengkapi dan saling memfungsikan sehingga menjadi satu kesatuan utuh yang kesemuanya tidak ada yang tidak berguna(sia sia).

Jadi kalau kita melihat terjemah ataupun tafsir yang kontradiktif, maka yang kita lihat adalah berarti fungsi dan kelengkapan penjelasan dari ayat ayat lainnya belum ada.

Maka jangan heran kalau kita melihat perbedaan tafsir ataupun terjemah. karena masing masing orang memiliki kemampuan yang berbeda beda dalam menjangkau seluruh makna ayat ayat dalam alquran. Hal tersebut bukanlah berarti kesalahan atau ketidak sempurnaan alquran itu sendiri. Tapi hanya semata mata tingkat kemampuan orangnya yang bervariasi.

Bisa dianalogikan seperti berikut ini:

Melihat gajah
---> si A mengatakan ekor gajah, "itulah gajah".
--->si B mengatakan belalai gajah, "itulah gajah".
--->si C yang sudah melihat dari semua sudut mengatakan gajah, "itulah gajah".

---->melihat 1 buah ayat---> Si A mengatakan segala sesuatu Allahlah yang menentukan. manusia berbuat hanyalah dipaksa oleh Allah. = paham jabariyyah

---->melihat 1 buah ayat yang lainnya----> Si B mengatakan segala sesuatu manusialah yang menentukan dan Allah tidak ikut campur dalam urusan manusia.= paham qadariyyah. contoh paham induk Mu`tazilah.

---->melihat ayat lebih banyak lagi---> Si C mengatakan segala sesuatu Allahlah yang menentukan dan manusia hanyalah berusaha dan berdo`a. = paham adaptasi para ulama.

----> Melihat seluruh ayat-----> Si D mengatakan segala sesuatu Allahlah yang merancang dan memastikan sementara manusia bebas menentukan 1 buah pilihan dan berharap atas apa yang telah dirancang oleh Allah tersebut serta melaksanakannya untuk konsekwensi hasil dari kepastian Allah jua.

Ke empat terjemah atau tafsir tersebut diatas bukanlah kesalahan alquran atau sifat alquran yang senantiasa berubah, tapi kembali karena keterbatasan kemampuan masing masing orang berbeda beda dalam menjangkau atau menjamah seluruh ayat ayat dalam alquran. semakin banyak ayat ayat yang dijangkau, maka semakin bulat dan utuh pengertiannya.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar